Lampung Tengah, 14 Juli 2026 – Balai Veteriner Lampung melaksanakan kegiatan surveilans African Swine Fever (ASF) di Kecamatan Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah. Kegiatan ini dipimpin oleh Tri Guntoro dan didampingi oleh petugas UPTD Puskeswan setempat sebagai bagian dari upaya pemantauan situasi penyakit serta penguatan langkah-langkah pengendalian ASF di wilayah tersebut.
Berdasarkan hasil wawancara dengan peternak, diketahui bahwa kasus kematian babi pernah terjadi pada akhir tahun 2025, kemudian kembali dilaporkan pada awal tahun 2026, serta terdapat kembali kejadian kematian pada pertengahan tahun 2026. Informasi tersebut menjadi dasar pelaksanaan surveilans untuk memperoleh gambaran kondisi lapangan serta mengidentifikasi faktor-faktor yang berpotensi mendukung penyebaran penyakit.
Dari hasil penelusuran di lapangan, peternak menyampaikan bahwa terdapat beberapa faktor yang diduga berkontribusi terhadap penyebaran ASF di wilayah tersebut, antara lain aktivitas keluar masuk kandang yang belum sepenuhnya menerapkan biosekuriti serta aktivitas pemotongan babi yang berpotensi meningkatkan risiko penyebaran penyakit apabila tidak dilakukan sesuai dengan prinsip biosekuriti.
Selama kegiatan berlangsung, tim Balai Veteriner Lampung bersama petugas UPTD Puskeswan setempat memberikan edukasi kepada peternak mengenai pentingnya penerapan biosekuriti, pembatasan lalu lintas orang dan peralatan ke dalam kandang, serta pengelolaan kegiatan pemotongan ternak yang aman guna meminimalkan risiko penularan ASF.
Hasil surveilans kemudian dikonfirmasikan kepada Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Ishaq. Berdasarkan hasil koordinasi, berbagai faktor penyebab penyebaran ASF yang teridentifikasi telah dibahas melalui diskusi bersama para pihak terkait dan dituangkan dalam berita acara sebagai bentuk komitmen bersama untuk memperkuat upaya pencegahan. Diharapkan hasil kesepakatan tersebut dapat diimplementasikan secara konsisten sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.
Melalui kegiatan surveilans ini, Balai Veteriner Lampung terus berkomitmen mendukung pemerintah daerah dalam memperkuat sistem deteksi dini, meningkatkan kewaspadaan terhadap ASF, serta mendorong penerapan biosekuriti yang baik di tingkat peternak guna menjaga kesehatan ternak babi di Provinsi Lampung.