Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI

Balai Veteriner Lampung Kembangkan Propagasi Toxoplasma gondii untuk Perbanyakan Antigen sebagai Penguatan Laboratorium Rujukan Toxoplasmosis

  • 02/02/2026 08:52:00
  • By : Adminbvl
  • 119
Balai Veteriner Lampung Kembangkan Propagasi Toxoplasma gondii untuk Perbanyakan Antigen sebagai Penguatan Laboratorium Rujukan Toxoplasmosis

Lampung — Balai Veteriner Lampung melalui Laboratorium Parasitologi terus memperkuat perannya sebagai laboratorium rujukan (reference laboratory) pengujian Toxoplasmosis dengan mengembangkan kegiatan propagasi Toxoplasma gondii untuk perbanyakan antigen. Kegiatan ini menjadi bagian strategis dalam mendukung akurasi, mutu, dan keberlanjutan pengujian laboratorium terhadap penyakit parasitik yang bersifat zoonosis.

Propagasi Toxoplasma gondii dilaksanakan secara terkontrol di Laboratorium Parasitologi Balai Veteriner Lampung dengan tujuan menghasilkan antigen berkualitas tinggi yang akan digunakan dalam berbagai metode pengujian serologis. Antigen yang dihasilkan diharapkan mampu meningkatkan sensitivitas dan spesifisitas hasil uji, baik untuk keperluan surveilans, konfirmasi kasus, maupun kegiatan penelitian.

Sebagai laboratorium rujukan pengujian Toxoplasmosis, Laboratorium Parasitologi Balai Veteriner Lampung memiliki peran penting dalam mendukung layanan pengujian di tingkat regional maupun nasional. Selain melaksanakan pengujian rutin, laboratorium ini juga berperan dalam pengembangan metode uji, standardisasi prosedur, serta menjadi rujukan teknis bagi laboratorium veteriner lainnya.

Kepala Balai Veteriner Lampung Suryantana menyampaikan bahwa kegiatan propagasi Toxoplasma gondii merupakan langkah strategis untuk memperkuat kemandirian dan kualitas layanan laboratorium.

“Pengembangan propagasi Toxoplasma gondii untuk perbanyakan antigen ini merupakan bentuk komitmen Balai Veteriner Lampung dalam menjamin ketersediaan bahan uji yang berkualitas dan terstandar. Sebagai laboratorium rujukan Toxoplasmosis, kami harus memastikan setiap pengujian didukung oleh antigen yang valid, konsisten, dan berkelanjutan,” ujar Suryantana.

Sementara itu, Penanggung Jawab Kegiatan Toxoplasmosis Balai Veteriner Lampung, Sisca Valinata menjelaskan bahwa proses propagasi dilakukan dengan memperhatikan aspek biosafety dan standar mutu laboratorium.

“Propagasi Toxoplasma gondii dilakukan sesuai dengan prosedur dan standar biosafety yang berlaku. Antigen yang dihasilkan akan melalui tahapan pengendalian mutu sehingga dapat digunakan secara optimal dalam pengujian serologis serta mendukung keandalan hasil diagnosis,” jelas Sisca Valinata.

Lebih lanjut, kegiatan ini diharapkan dapat mendukung upaya pencegahan dan pengendalian penyakit Toxoplasmosis, baik pada hewan maupun sebagai penyakit zoonosis yang berpotensi berdampak pada kesehatan masyarakat.

Melalui penguatan kapasitas Laboratorium Parasitologi sebagai laboratorium rujukan, Balai Veteriner Lampung terus berkomitmen mendukung kebijakan pemerintah di bidang kesehatan hewan dan zoonosis melalui layanan pengujian yang profesional, andal, dan berbasis ilmiah.

KATEGORI


WA Call Center